Sumut Bisa Jadi Tujuan Wisata Populer

3 Dec

Turis asing turut menari dan mengenakan ulos dalam pementasan di Museum Hutabolon Simanindo di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (22/10/2010).

 

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Bali yakin Sumatera Utara bisa tumbuh menjadi salah satu daerah wisata yang terpopuler di Indonesia, dimana hingga dewasa ini Bali masih tetap menjadi yang populer.

 

“Kenyakinan itu mengacu pada besarnya potensi objek wisatanya, bukan hanya dari jumlah tetapi nilai jualnya seperti keindahan,” kata Wakil Ketua I DPD Asita Bali, I Ketut Ardana, di Medan, Kamis (2/12/2010).

Kenyakinan itu mengacu pada besarnya potensi objek wisatanya, bukan hanya dari jumlah tetapi nilai jualnya seperti  keindahan.
— I Ketut Ardana

 

Ardana berada di Medan mengikuti farm trip di Sumut yang digelar DPD Asita Sumut. Sebanyak 27 orang pengusaha dari 23 perusahaan perjalanan di Bali mengikuti kegiatan farm tripselama empat hari tiga malam dengan perjalanan  ke Bukit Lawang, Langkat, Berastagi, Rumah Lingga, Resort Simalem dan city tour di Medan.

Menurut Ardana, objek wisata di Sumut sangat indah dan masih sangat alami dimana hal itu sangat diminati wisatawan mancanegara.

“Teman-teman pengusaha travel sangat kagum dan tertarik ketika ikut tracking di Bukit Lawang dan menikmati pemandangan di Resort Simalem. Benar-benar sangat menakjubkan dan pasi layak dijual,” kata Ardana yang Managing Director Bali Sinar Mentari Tour and Travel di Bali itu.

Dengan melihat dan merasakan langsung keindahan objek wisata di Sumut itu, kata dia, perusahaan perjalanan di Bali semakin tertarik mempromosikan dan menjual paket wisata Sumut ke wisatawan yang mengunjungi Bali.

“Selama ini sih sudah ada kerja sama antara pengusaha travel Bali dan Sumut, bahkan tamu yang ke Bali sudah dibawa ke Sumut, tetapi kerja sama itu harus ditingkatkan karena potensi pariwsata Sumut nyatanya cukup besar,” katanya.

Ardana mengakui, jumlah objek wisata di Bali sedikit sehingga memang wisatawan yang datang ke Bali harus diarahkan lagi mengunjungi daerah lain dan Sumut dinilai sangat tepat. “Tetapi pemerintah Sumut harus meningkatkan infrastruktur dari dan menuju serta di lokasi objek wisata Sumut. Terus terang jalan ke objek wisata sangat jelek dan kurang bersih serta tidak terawat,” katanya.

Ardana menegaskan, langkah Asita Sumut menggelar farm trip sangat bagus di mana itu menunjukkan keinginan yang kuat untuk memajukan bisnis pariwisata di Sumut.

Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengakui berkeinginan kuat bisa menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan wisata kedua di Indonesia setelah Bali.

Alasan itu pula, kata dia, yang membuat Asita yang didukung penuh pelaku industri lainnya membuat farm trip dari kalangan biro perjalanan wisata di Bali. “Asita berharap, perusahaan travel di Bali mempromosikan dan menjual paket wisata di Sumut ke wisatawan mancanegara yang ditanganinya di Bali atau turis lokal,” katanya.

Solahudin menambahkan, Asita Sumut masih mengandalkan Parapat, Samosir, Berastagi, Baharok, Tangkahan, Nias, Medan dan termasuk Medan-Padang menjadi daerah tujan wisata daerah itu. Sedangkan pasar utama penjualan paket-paket wisata Sumut itu adalah Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, Perancis, Australia, China dan Taiwan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: