DEMAM MILLENIA

6 Dec

Dengan kesedihan murid-murid Yesus dan orang-orang yang berkumpul disitu memandang ke awan dengan tatapan kosong. Yesus yang selama ini berjalan dan bercakap dengan mereka telah terangkat ke langit. Tiba-tiba terdengar suara: “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kata-kata ini memberikan pengharapan bagi mereka. Mereka percaya perpisahan itu hanya sementara, hanya sekejap saja – mereka segera akan bertemu lagi. Kata-kata itu menggema ditelinga murid-murid itu sehingga penulis-penulis Perjanjian Baru menulis harapan kedatangan Yesus sebanyak 300 kali. Kata-kata yang sama juga mengilhami Yohanes saat menulis pasal terakhir Alkitab :”Sesungguhnya Aku datang segera… Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, satu persatu murid-murid ini meninggal dunia, dan harapan akan kedatangan Yesus ini tidak pernah menjadi kenyataan. Harapan ini berlanjut terus hingga dekade berganti dekade, dan abad-abad pun berlalu. Yesus tidak datang juga. Orang-orang mulai mempertanyakan: “apa artinya ‘Ya, Aku datang segera’?” Untuk mengobati kekecewaan dan kegelisahan akan janji kedatangan ini, orang-orang Kristen yang mula-mula mulai berteori. Origen Adamantius (185–254) pimpinan gereja di Alaxandria mengatakan bahwa janji kedatangan itu adalah dalam pengertian rohani. Bila seseorang menerima Yesus dan meninggalkan dosa mereka itu berarti bagi orang tersebut Yesus sudah datang. St. Augustine dari kota Hippo mengatakan bahwa Yesus akan datang setelah Tuhan mendirikan kerajaanNya di dunia ini selama 1000 tahun. Demikianlah janji pengharapan ini tidak pernah mati dalam perjalanan sang waktu.

Abad demi abad berlalu, janji pengharapan ini hampir redup seiring dengan supremasi Roma Katolik yang melarang peredaran Alkitab. Walaupun ada para peneliti Alkitab ditempat-tempat tertentu, seperti Joachim dari kota Flora (1135–1202) yang menggunakan kitab Daniel dan Wahyu dalam menjelaskan tentang janji kedatangan Yesus yang kedua kali, pengaruh usaha ini kecil dan hanya bersifat lokal. Janji kedatangan Yesus kembali berdenyut dalam jantung kekristenan setelah Reformasi Protestant. Hal ini seiring dengan semakin mudahnya Alkitab diperoleh setelah penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.

Selain karena akses pada Alkitab yang semakin luas, suhu politik juga mempengaruhi animo mempelajari kedatangan Yesus. Pada tahun 1798, Letnan Kolonel Louis Alexandre Berthier menganeksasi Italia, mengalahkan Vatikan dan mendirikan negara Republik Roma. Berthier menangkap Paus Pius VI dan mengasingkannya ke Valence, Prancis. Selama perjalanan itu paus di siksa dan akhirnya ia meninggal dunia dalam penawanan. Kejadian ini menggemparkan Eropa. Orang-orang mulai menghubungkan peristiwa ini dengan nubuatan Daniel dan Wahyu, khususnya nubuatan 1260 hari yang mereka percayai berakhir bersamaan dengan berakhirnya kekuasaan kepausan. Dengan menerapkan prinsip 1 hari nubuatan sama dengan 1 tahun, mereka percaya masa 1000 tahun akan segera dimulai dimana dunia yang penuh damai dan sejahtera akan terwujud. Demikianlah demam millennium dimulai.

DEMAM MILLENIUM DI JERMAN

Aneksasi Prancis ke Italia itu juga mempengaruhi gerakan keagamaan di Jeman. Salah satu tokoh Gerakan Millenium di Jerman adalah Johann Petri. Ia menghubungkan nubuatan 2300 hari dalam Daniel 8 dan nubuatan 70 minggu dalam Daniel 9. Menurut Petri, nubutan 2300 hari dimulai pada tahun 453 BC dan berakhir tahun 1847. Hans Wood juga memperoleh kesimpulan yang sama tentang periode nubuatan tersebut, tetapi ia memulai masa nubuatan 2300 hari dari tahun 420 BC sehingga ia percaya bahwa periode nubuatan ini akan berakhir bersamaan dengan awal millennium yang jatuh pada tahun 1880. Sekitar 50 tahun sebelumnya Johann Bengel mengajarkan bahwa kekuasaan binatang dengan bilangan 666 dalam Wahyu 13:18 adalah kekuasaan yang sama yang memerintah selama 1260 hari. Melalui perhitungan matematika yang rumit ia menyimpulkan bahwa periode nubuatan itu akan berakhir tahun 1836. Ia percaya bahwa saat itu Yesus akan kembali ke dunia ini, memulai kerajaan 1000 tahun di bumi ini, dan kemudian memerintah selama 1000 tahun di sorga.

Manuel de Lacunza

Demam millennia juga mempengaruhi Amerika Latin. Salah satu tokoh sentral dalam gerakan ini adalah Manuel de Lacunza, seorang imam Jesuit kelahiran Chili. Setelah Carlos III diangkat menjadi raja Spanyol, ia melarang semua gerakan Jesuit di Spanyol dan di semua wilayah jajahannya, sehingga de Lacunza terpaksa menyingkir ke Italia. Pada saat penyingkirannya di Italia, de Lacunza menerbitkan buku The Coming of the Messiah in Glory and Majesty, yang dia terbitkan dengan nama samaran Jesafat Ben-Ezra.

Dalam buku tersebut de Lacunza memaparkan gagasan tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Berbeda dengan pandangan yang popular pada waktu itu, ia katakan bahwa kedatangan Yesus akan mendahului millennium. Oleh karena gagasan tersebut bertolak belakang dengan ajaran gereja Katolik, pada tahun 1824 Paus Leo XII secara resmi melarang buku tersebut beredar.

DEMAM MILLENIUM DI INGGRIS

Larangan kepausan pada buku The Coming of the Messiah in Glory and Majesty justru sebaliknya membuat buku ini menjadi popular, khususnya di kalangan Kristen Protestan. Buku ini menginspirasi John A. Brown, seorang wartawan Inggris menulis tentang kedatangan Yesus. Brown secara berkala menulis tentang kedatangan Yesus ini di harian The Christian Observer, yang diterbitkan di London. Pada awalnya ia tertarik pada nubuatan 1260 hari, tetapi dikemudian hari ia menghubungkan kedatangan Yesus dengan nubuatan 2300 hari yang ia percaya dimulai pada tahun 457 BC dan diakhiri pada tahun 1843 AD.

Tulisan-tulisan Brown dibaca oleh Willliam Cunninghame, seorang pengkhotbah awam di Skotland. Cunninghame kemudian mempelajari Alkitab lebih dalam. Ia mendapati pengertian anak kalimat “lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar” dalam nubuatan 2300 hari adalah saat dimana Tuhan mulai menghakimi gerejanya dalam pengertian bahwa Tuhan akan melakukan pembersihan pada ajaran sesat dalam Kekristenan dan penghukuman pada Islam. Ia juga percaya bahwa masa millennium dimulai pada akhir nubuatan 1335 (Dan 12:12), sehingga ia menyimpulkan bahwa kedatangan Yesus mengambil tempat pada tahun 1867.

Tulisan Brown juga dibaca oleh Lewis Way dan Henry Drummond. Kedua orang ini kemudian mengundang semua pendeta dan tokoh awam yang berada di Inggris untuk mempelajari secara intensive tentang nubuatan kedatangan Yesus. Hasil dari undangan itu adalah pertemuan Albury Park Estate, yang diselenggarakan selama satu minggu. Pada pertemuan itu disimpukan bahwa Yesus akan datang pada tahun 1847, dan kedatangan Yesus akan ditandai dengan bertobatnya orang-orang Yahudi serta dipulihkannya kembali kekuasaan bangsa Yahudi di Palestina.

DEMAM MILLENIUM DI NEGARA-NEGARA SKANDINAVIA

Di Swedia gerakan ajaran millennium dipopulerkan oleh orang-orang awam. Karena peraturan kerajaan Swedia yang melarang aktifitas keagamaan di rumah-rumah, maka orang-orang awam ini dianggap melanggar hukum kerajaan sehingga banyak diantara mereka ditangkap, dipukuli, dan dipenjarakan.

Untuk menghindari penganiayaan ini, orang-orang awam mengajar anak-anak mereka yang masih kecil sebagai pengkhotbah. Mereka mengutip Joel 2 dan Wahyu 14:6-8 bahwa pada akhir zaman, orang muda dan anak-anak akan bernubuat. Perlu di catat bahwa sebagian dari anak-anak yang diajar untuk berkhotbah ini, berkhotbah seperti orang yang kesurupan, berbicara dengan suara yang berbeda dengan yang suara yang biasa dimilikinya. Ini semua membuat orang-orang semakin percaya pada pencurahan Roh Kudus dan nubuatan tentang akhir zaman digenapi diantara mereka.

DEMAM MILLENIUM DI AUSTALIA DAN ASIA

Benua Asia dan Australia juga tidak luput dari demam millennium. Di Adelaide, Australia, Thomas Playford mengabarkan kedatangan Yesus. Karena gereja setempat tidak dapat menampung orang-orang yang datang, teman-temannya membangun balairung besar yang digunakan untuk berkhotbah.

Di Calcutta, India, Deniel Wilson , seorang pendeta gereja Episkopal yang pernah menghadiri pertemuan Albury Park Estate menerbitkan buku tentang nubuatan Daniel. Pada buku itu ia terangkan bahwa 2300 hari akan berakhir tahun 1847, dimana Yesus akan datang ke dunia ini dan yang pada saat yang sama akan ada kebangkitan orang-orang dari kematian.

PENUTUP

Gerakan yang mengajarkan kedatangan Yesus yang segera mempengaruhi hampir seluruh penjuru dunia ini pada abad 18 dan abad 19. Tetapi gerakan-gerakan ini tidak berhasil memadukan ajaran-ajaran yang berkembang. Tidak ada konsensus tantang waktu kedatangan Yesus, sebagian percaya 1843, 1844, dan sebagian percaya tahun 1847. Disamping itu, periode nubuatan yang digunakan juga bermacam-macam, ada yang menggunakan 1290 hari, 1335 hari (Dan 12:11;12), 1260 hari, dan nubuatan 2300 hari. Hal ini membuat panafsiran waktu kedatangan Yesus bermacam-macam juga. Sebagian mengajarkan kedatangan Yesus diawali dengan pertobatan bangsa Yahudi, pemulihan kekuasaan Negara Yahudi di Palestina, dan pengusiran orang-orang Islam dari Yerusalem. Sebagian juga percaya bahwa kedatangan Yesus mendahului periode 1000 tahun masa damai di dunia ini, tetapi sebagian percaya periode 1000 tahun ini mengambil tempat setelah kedatangan Yesus.

Bagaimana demam millennia di Amerika Serikat? Dan bagaimana Deman Millennia ini berhubungan dengan Gereja Advent? Mari kita ikuti lanjutannya Minggu depan.

References:

Schwarz, Richard W.; Greenleaf, Floyd (2000). Light Bearers (Revised ed.). Silver Spring, Maryland: General Conference of Seventh-day Adventists, Department of Education.

Malcolm Bull and Keith Lockhart (2007). Seeking a Sanctuary: Seventh-day Adventism and the American Dream, 2nd ed. Bloomington, IN: Indiana University Press.

Knight, George R. (1993). Millennial Fever and the End of the World: A Study of Millerite Adventism. Boise, ID: Pacific Press.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: