KETERGANTUNGAN ALLAH KEPADA UMATNYA

7 Dec

Suatu ketika seorang ibu datang menghadap Pendeta dan memohon untuk jangan lagi dikunjungi karena dia akan kembali kepada Gereja yang sebelumnya. Singkat ceritanya rupanya ia mendapati anggota-anggota gereja hanya manis dibibir tapi kenyataannya tidaklah demikian. Ketika dia baru mengenal kebenaran, hampir setiap hari ada kunjungan dari anggota-anggota gereja yang memberikan kekuatan. Tapi seiring dengan waktu semuanya terhenti…. Dalam Buku Kejadian 2:15-17, Ketika Adam dan Hawa ditempatkan di Taman Eden, tugas mereka adalah mengusahakan dan memeliharanya. Tugas ini menyangkut hidup dan matinya mereka dan keturunannya…  Sebelum Yesus terangkat ke Sorga Yesus meninggalkan tanggung jawab yang mulia kepada Murid-murid-Nya (Matius 2:-19-20).  28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ini juga menyangkut keselamatan dari setiap manusia…

Bagaimana pandangan kita sebagai Umat dalam tugas ini…

Penulis pernah mendengar langsung pernyataan seorang anggota jemaat dalam suatu seminar bahwa tugas perlawatan atau memenangkan jiwa adalah tugas Pendeta, Ketua Jemaat atau Diakon dan Diakones…

Benarkah Demikian?

Dalam Kejadian 4:9 berkata: Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”Kadang kita juga beralasan seperti ini: Apakah aku penjaga mereka…Aku tidak tahu!

Apakah tujuan Allah memberikan tanggung jawab ini?

Dalam Yeheskiel 3:19-21 berkata:

3:19 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

3:20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

3:21 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu.

Tujuannya adalah:

1. Keselamatan bagi mereka yang kita peringatkan, kalau ia mau…

2. Keselamatan Diri Sendiri…

Kembali dalam cerita awal tentang seorang ibu yang mau meninggalkan imannya, yang kemudian diberikan tugas oleh pendeta. Tugasnya adalah melawat satu keluarga yang sudah bertahun-tahun tidak lagi beribadah di Gereja….Walaupun dengan berat hati ibu ini melaksanakannya… hari pertama terlalu banyak alasan yang diceritakan oleh keluarga ini. Hampir setiap hari dia datang bercerita sampai akhirnya ibu ini sudah melupakan permintaannya kepada Pendeta bahkan dia dapati dia semakin kuat dalam imannya. Akhirnya keluarga ini kembali setia beribadah dan ibu ini akhirnya juga berketetapan untuk tidak meninggalkan imannya…

Kalau kita hanya melihat segala kekurangan setiap anggota jemaat dan melupakan panggilan yang mulia dari Tuhan maka kitapun biasa seperti ibu tadi…

Tapi bersyukur akhirnya ia bisa menjaga keselamatannya sendiri karena terlibat dalam pekerjaan Tuhan, bukannya berdiam diri dan hanya melihat kekurangan-kekurangan dari anggota jemaat.

Pentingnya Tanggung jawab ini:

Yeheskiel 3:20 bagian akhir..…tetapi Aku akan menuntut pertanggunganjawab atas nyawanya dari padamu.

Allah akan menuntut kepada kita apakah tugas yang mulia ini kita kerjakan atau tidak…

Di sekitar kita banyak yang sedang menunggu kita dengan pekabaran penting yang harus kita sampaikan ataupun peringatan demi keselamatan mereka.

Hal ini membuktikan betapa Allah kita bergantung pada kerjasama kita dalam membawa jiwa-jiwa ke dalam Kerajaan Sorga.

Akhirnya, Hamba Tuhan Ny. E. White dalam I SM hal 376 menuliskan:

“Mereka yang menolak tanggung jawab yang tidak menyadari bahwa mereka dipanggil kepada suatu kebaikan, merekalah yang harus di kasihani”.

Tuhan Memberkati Kita. AMIN

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: