Gayus Diperiksa sebagai Terdakwa

8 Dec

Terdakwa, Gayus Halomoan Tambunan, akan menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Slatan, Senin (6/12/2010). Kuasa hukum terdakwa menghadirkan Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan untuk memberikan keterangan seputar hukum administrasi negara.

Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, Gayus Halomoan Tambunan akhirnya akan diperiksa sebagai terdakwa pada sidang hari ini, Rabu (8/12/2010) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Agenda hari ini pemeriksaan terdakwa,” kata Pia Nasution, penasihat hukum Gayus, ketika dihubungi Kompas.com, pagi ini.

Pia mengatakan, Gayus akan menjelaskan apa yang dia ketahui terkait empat perkara yang menjeratnya. “Kali ini kesempatan dia berbicara. Selama ini Ibu Albertina (Ketua Majelis Hakim) selalu bicara ke Gayus, nanti akan ada kesempatan dia bicara,” ujar Pia.

Seperti diketahui, Gayus kerap hendak menanggapi keterangan para saksi yang dia anggap tidak benar. Namun, Albertina Ho selalu melarang dengan mengatakan seluruh tanggapan itu dapat disampaikan saat pemeriksaan terdakwa.

Ditanya apakah ada keterangan yang belum pernah Gayus sampaikan dan nanti akan diungkap? “Kita lihat nanti,” kata Pia singkat.

Seperti diberitakan, Gayus dijerat empat perkara. Perkara pertama adalah dugaan korupsi saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal. Gayus dan dua pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang lain, yakni Maruli Pandapotan Manurung dan Humala Napitupulu, didakwa merugikan negara dan memperkaya perusahaan senilai Rp 570 juta. Tidak ada suap dalam perkara itu.

Perkara kedua ialah dugaan menyuap dua penyidik Bareskrim Polri, yakni Komisaris Arafat Enanie dan Ajun Komisaris Sri Sumartini saat penyidikan kasus korupsi dan pencucian uang tahun 2009. Arafat sudah divonis 5 tahun penjara dan Sri Sumartini divonis 2 tahun penjara.

Perkara ketiga adalah dugaan menyuap hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Muhtadi Asnun, sebesar 40.000 dollar AS. Suap itu diberikan satu jam menjelang vonis. Akhirnya, majelis yang diketuai Asnun membebaskan Gayus dari segala tuntutan.

Perkara keempat ialah dugaan memberikan keterangan palsu terkait asal-usul uang Rp 28 miliar miliknya kepada penyidik Polri. Uang itu diklaim merupakan hasil kerja sama pengadaan tanah di daerah Jakarta dengan Andi Kosasih, pengusaha asal Batam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: